
- Camat Pebayuran (paling kiri), Sekretaris Kecamatan, dan Aparatur Kecamatan beserta warga saat di Halaman Kantor Kecamatan.



Bekasi,sbaanews.id- Pendistribusian atau penyaluran beras sebanyak 7 Ton dari Bulog Kabupaten Bekasi. Beras SPHP disalurkan Perum Bulog melalui berbagai kanal distribusi mulai pengecer di pasar, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Pemerintah Daerah melalui Kios binaan dan gerakan pangan murah (GPM), BUMN serta instansi pemerintah.
Beras SPHP adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) adalah program yang dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama Perum Bulog. Beras SPHP dikemas dalam kemasan seberat 5 kg/kemasan. Setiap pembelian dibatasi maksimal 2 kemasan (10 kg) dan tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan kembali.
Program ini disebut juga Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras serta mengendalikan inflasi yang fokus pada penyediaan beras dengan harga terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah.
Beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).
Penyaluran beras SPHP ke 23 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi yang rencananya dilaksanakan serentak hari ini (30/8/2025).Masyarakat Kecamatan Pebayuran sangat antusias dan berbondong bondong mendatangi Kecamatan Pebayuran untuk membeli beras SPHP tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi program ini, Gerakan Pangan Murah (GPM) ini sangat membantu masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah yang ada di wilayah Kami.” ucap Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha. S.STP.,M.Si saat meninjau penyaluran beras di wilayahnya.
















